Kunci Sukses Dakwah Rasulullah Saw.

Respons: 0 komentar


Dikisahkan pada suatu hari datanglah seorang Arab Badui kepada rasulullah Saw untuk meminta sesuatu. Beliau memberi apa yang dimintanya sambil bertanya “bukankah aku telah berbuat baik kepadamu?” orang tersebut menjawab “Tidak! Engkau tidak berbuat baik. Mendengar jawaban itu, para sahabat segera bangkit hendak memukuli orang itu. Tetapi Rasulullhah mencegahnya.

Beliau berdiri kemudian masuk kedalam rumah, lalu memberi tambahan kepada orang badui tersebut seraya berkata “bukankah aku telah berbuat baik kepadamu?” Ia menyahut  
“Ya, mudah-mudahan Allah membalas kebaikan anda sekeluarga. Rasulullah Saw yang mulia menjawab, “Tadi engkau telah mengucapkan kata-kata yang membuat para sahabat tersinggung”.
“Jika engkau mau, ucapkanlah kembali apa yang engkau ucapkan kepadaku sekarang ini dihadapan para sahabatku, agar kejengkelan mereka terhadapmu lenyap dari dadanya” tambah Rasul.

Keesokan harinya orang Badui ini datang lagi.
Kepada  para sahabat Rasulullah bersabda “Orang Badui ini kemarin berkata sebagaimana yang telah kalian dengar, kemudian kuberikan kepadanya dan sekarang ia merasa puas, bukankah demikian wahai hamba Allah?”. “Ya, benar, mudah-mudahan Allah membalas kebaikan anda sekeluarga.

Dua Kunci Sukses Dakwah Rasulullah Saw.
Subhanallah! Betapa sabar dan bijaknya Rasulullah Saw dalam membimbing umatnya. Sikap seperti ini membuahkan hasil yang luar biasa. Banyak orang kafir yang memeluk Islam karena menyaksikan kesabaran beliau. Banyak pula pertengkaran dan pertumpahan darah yang dapat dihindari. Berkenan dengan masalah ini Rasulullah bersabda “di kalangan manusia ada kalangan yang tidak cepat marah dan cepat kembali tenang. Ada yang tidak cepat marah dan tidak cepat kembali tenang.  Masing-masing berlainan. Ada juga diantara mereka yang tidak cepat kembali tenang dan cepat marah. Yang terbaik diantara mereka adalah yang tidak cepat marah dan cepat kembali tenang. Dan yang terburuk diantara mereka adalah yang cepat marah dan tidak cepat kembali tenang...” (HR. At-Turmudzi)

Muhammad Natsir dalam Fiqhud Dakwah mengungkapkan bahwa ada dua alat penghubung antara seorang pendakwah dan orang-orang yang didakwahi. Pertama, pengetahuannya tentang sifat-sifat, tabiat, dan tingkat kecerdasan mereka. Kedua, rsa mawadahnya yang ikhlas (bukan sandiwara) terhadap umat yang mereka dakwahi. Dalam kisah ini Rasulullah Saw mampu menggabungkan keduanya, sehingga orang Arab Badui tersebut luluh hatinya.

Alat penghubung yang pertama berkaitan dengan cara serta taktik. Beliau berbicara sesuai kebutuhan lawan bicara. Beliau menyampaikan kebenaran sesuai daya tangkap (kecerdasan) orang yang didakwahi. Ini terjadi karena beliau sangat memahami sifat dan tabiat mereka, termasuk orang Badui tadi. Pemahaman inilah yang kemudian melahirkan kesabaran dan rasa memaafkan.

Diriwayatkan dari Ubadah bin Ash-Shamit bahwa Rasulullah pernah bersabda “Maukah kalian kuberi tahu tentang sesuat yang Allah gunakan untuk memperkokoh bangunan dan meninggikan derajat?” para sahabat menjawab “Mau ya Rasulullah! Beliau menjelaskan, “Hendaknya engkau sabar menghadapi gangguan orang bodoh, memaafkan orang yang berbuat zalim kepadamu, memberi kepada orang yang tidak mau memberi kepadamu, dan tidak memutuskan hubungan dengan orang yang memutuskannya denganmu” (HR At-Thabrani)

Alat penghubung kedua adalah kemampuan beliau mnyentuh hati orang yang didakwahinya. Rasul memanggil rasa dengan rasa, hati dengan hati. Di sinilah terletak kekuatan seorang penyeru kebenaran, yaitu mempercayai dan menghormati nilai-nilai kemanusiaan. Allah Swt berfirman :

" Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu[246]. kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (QS. Ali Imran : 159)

Alangkah mulianya engkau ya rasulullah. Salam dan cinta semoga selalu tercurah kepadamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Copyright © Fitran Zain

Sponsored By: GratisDesigned By: Habib Blog